Connect With Us :
BERITA
07 Dec 2016
Jakarta, Punggawa skuat merah putih akan menjalani laga semifinal leg kedua Piala AFF 2016 kontra Vietnam yang akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12/2016). Dengan hasil imbang saja akan cukup meloloskan timnas Indonesia melaju ke babak final. Sekaligus mengulang pencapaian Tim Merah Putih di Piala AFF 2010. Ketika menjamu Vietnam di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam melalui gol Hansamu Yama dan Boaz Solossa. Agen Online Sementara gol balasan Vietnam dicetak Nguyen Van Quyet lewat titik penalti. Hasil dari laga tersebut belum mengamankan jalan Tim Merah Putih untuk bisa lolos dengan mudah ke partai final. The Golden Stars julukan Vietnam diuntungkan dengan bekal satu gol tandang. Yang artinya, jika mereka bisa menang 1-0 di laga leg kedua saja maka siap-siap timnas harus pulang ke tanah air dengan muka tertunduk. Untuk mencegah hal itu tidak terjadi, berikut ada beberapa gambaran taktik Indonesia untuk meredam Agresivitas Vietnam. Buat Sayap Vietnam Frustasi Bandar Bola Salah satu taktik yang dapat digunakan Riedl adalah menghambat tempo permainan dengan cara terus menguasai bola selama mungkin. Dengan menguasai penguasaan bola, tuan rumah akan sedikit menguasai bola. Bila Vietnam merespon dengan melakukan pressing tinggi, baru timnas bisa mainkan possession yang lebih tajan ke depan untuk bisa menucri gol tandang akibat naiknya striker dan gelandang lawan. Parkir Bis Bisa Menjadi Pilihan Pasukan Merah Putih bisa memulai dengan membangun serangan konstruktif dari bawah. Manahati Lestusen dan Hansamu Yama bisa bermain lebih ke dalam untuk meminta passing pendek dari Andritany. Taruhan OnlineĀ  Hal terpenting dalam mengeksekusi taktik ini adalah peran Andik Vermansyah dan Rizky Ripora untuk mengikat kedua fullback Vietnam. Peran Boaz Solossa untuk menjaga stoper Vietnam. Bermain Tidak Terburu-buru Dengan berbekal kemenangan di leg pertama, timnas tetap perlu menurunkan tempo permainan. Cara yang digunakan adalah dengan mengontrol ruang. Bermain pelan dengan basis penguasaan bola bisa jadi adalah ide yang terlalu ekstrim untuk timnas Indonesia. Jika Alfred Riedl tidak berani melakukan perubahan radikal seperti itu.