Connect With Us :
BERITA
15 Dec 2016
London, BolaKini.net - Salah satu tim terkuat di dunia saat ini, Manchester City sedang mengalami kondisi yang tidak stabil. Hal ini tentu tidak harapkan oleh para fans klub asal Manchester itu. Dari beberapa sumber menilai turun naiknya performa City, akibat dari kebingungan sang manajer Pep Guardiola dalam menentukan komposisi yang akan diturunkan sebagai starter ataupun yang dicadangkan. Sumber itu salah satunya diungkapkan oleh mantan pemain City sendiri, Danny Murphy dan Stuart Pearce yang menilai Pep masih pusing dalam menentukan line up inti pada formasi klub. Akibatnya pun, The Citizens selalu tidak konsisten dalam menurunkan siapa pemain yang akan bermain sejak awal pertandingan.Agen Bola Kondisi tersebut yang membuat performa permainan menjadi tidak maksimal. Faktor lainnya yaitu alur komunikasi antar pemain tidak berlangsung kompak dan itu menjalar saat berada di lapangan. Belajar Dari Kekalahan Saat Bertemu Leicester dan Chelsea Taruhan Online Menurut Danny Murphy, Pep masih meraba-raba siapa saja yang layak tampil sejak menit awal. Sayang itu terjadi pada setiap pertandingan, dan tim ini menjadi tidak seimbang. Selain itu, ketidakpastian siapa yang akan bermain membuat penampilan pemain menjadi tidak maksimal. Mantan pemain Liverpool itu memberi pendapat apa yang terjadi saat Manchester City dipermalukan Leicester City 4-2. Di laga itu, Pep mengubah komposisi di tengah jalan laga setelah kebobolan dua gol. Perubahan itu menandakan tidak adanya konsistensi atau rancangan yang tetap untuk siapa saja pemain yang akan bermain pada laga Bigmatch tersebut. Maka tidak heran jika mantan manajer Barcelona itu mendapat kritik tajam usai kekalahan dari Leicester City, serta Chelsea pada dua minggu sebelumnya. Menang atas Watford menjadi pelipur lara bagi The Citizens.Judu Online  Stuart Pearce pun juga turut memberikan pendapat. Menurut ia, Pep masih pusing menetapkan formasi ideal. Pola 4-3-3 dinilai sangat cocok untuk formasi City. Bandar Bola Sesuatu yang sangat dipahami Pep sewaktu masih bersama Barcelona. Kunci utama pada bursa transfer nanti, Pep harus menemukan format yang cocok sehingga bisa membawa Manchester City tampil lebih konsisten, seperti halnya ia saat menangani Barcelona.